LINUX UBUNTU 10.04 LTS
DEKSTOP
PENGENALAN
DAN CARA INSTALLASINYA
Oleh :
1.
Nuri
Kusnaeni (111010155)
2.
Pujianto (111010157)
3.
Rifqi
Alfiyan Hidayat (111010160)
4.
Faizatyul
Istiqomah (111010331)
5.
Uswatun
Khasanah (111010369)
6.
Fairuz
Zumam (111010111)
7.
Fathur
Rozaq Agustiant (111010115)
8.
M. Ulul
Albab (111010144)
UNIVERSITAS
ISLAM LAMONGAN
TAHUN
2012
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur
kehadirat Allah SWT yang melimpahkan ramhat, hidayah dan karunianya kepada kami
sehingga kami dapat menyelesaikan buku yang berjudul OPERATING SYSTEM LINUX
10.04 LTS DEKSTOP tepat pada waktunya.
Kami menyadari bahwa dalam
penyelesaian buku ini terdapat bantuan dari pihak yang terkait, diantaranya :
- Juma’in, S.Kom
- Kelompok 8
Oleh karena itu kami mengucapkan terimakasih atas bantuan dari
pihak-pihak tersebut dan terima kasih juga kepada Bpk. Juma’in, S. Kom selaku
dosen pembimbing Operating System.
Semoga buku
ini dapat bermaanfaat bagi pembacanya, atas kekurangan baik berupa penulisan
atau ejaan kami mohon ma’af.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Lamongan,
Penulis
Kelompok
8
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL ………….……………………………………………………....i
KATA
PENGANTAR………….………………………………….………………….ii
DAFTAR
ISI ………………….…………………..………………………………….iii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang ………………………….……………………………………1
1.2 Tujuan ……………….………………………………………………………1
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Pengenalan dan Sjarah Linux ………………….…………………………… 2
2.2 Keuntungan dan kerugian linux ………………….……………………….…
4
2.2.1 keuntungan OS linux ………………….…………………………….….… 4
2.2.2 Kerugian OS linux ………………….…………………………………..… 5
2.3 Spesifikasi minimum hardware ………………….……………………….…
6
2.4 Uraian singkat ………………….…………………………………………… 6
2.4.1 prose booting ………………….………………………………………..… 8
2.4.2 Dekstop ………………….……………………………………………...… 9
2.4.3 Software ………………….……………………………………………… 10
2.4.4 Ubuntu software center ………………….…………………………….… 11
2.4.5 Ubuntu one ………………….…………………………………………… 11
2.5 Langkah-langkah installasi ………………….……………………….…… 12
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ………………….……………………………………………. 22
3.2 Daftar Pustaka ……………………………………………………………... 22
BAB
I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Linux adalah sebuah sistem operasi UNIX clone yang
berjalan pada berbagai platform, terutama komputer pribadi dengan Intel 80386
atau prosesor yang lebih baik. Mendukung berbagai macam perangkat lunak. Linux
dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia bernama Linus Torvalds. Yang kemudian
dijadikan sebagai software open source, sehingga linux dapat digunakan secara
cuma - cuma. Sistem operasi linux juga merupakan sistem operasi yang
multiplatform dan open source, di linux banyak aplikasi – aplikasi yang bisa
digunakan secara gratis tanpa berbayar. misalnya saja office untuk mengetik
seperti OpenOffice.org Writer dan juga Aplikasi Dia Untuk Menggambar Diagram.
Ada juga aplikasi Samba yang juga digunakan untuk mentransfer file maupun
folder antara sistem operasi windows dan sistem operasi linux, dan juga
pembagian printer supaya bisa digunakan bersama-sama antar komputer dan sistem
operasi.
Sayangnya menurut pengguna yang baru menggunakan linux,
linux merupakan sistem operasi yang sulit dan rumit, minimnya pengguna linux
semakin menambah anggapan orang-orang bahwa linux bukan OS yang cocok buat di
pakai. Maka dari itu kami membuat buku ini
supaya bias bermanfaat bagi para calon pengguna linux.
2. TUJUAN
Agar dapat membantu orang-orang pada masalah
penginstallan OS linux, disamping itu buku ini juga bertujuan memperkenalkan
linux yang memang dianggap remeh oleh bebrbagai kalangan masyarakat.
BAB
II
PEMBAHASAN
1. PENGENALAN DAN SEJARAH LINUX
UBUNTU 10.04 LTS DEKSTOP
Ubuntu
merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskan
Debian dan
didistribusikan sebagai software bebas. Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari Afrika Selatan yang
berarti “Kemanusiaan kepada sesama”. Ubuntu didesain untuk kepentingan
penggunaan personal, namun versi server Ubuntu juga tersedia, dan telah dipakai
secara luas.
Proyek Ubuntu
resmi disponspori oleh Canonical
Ltd. yang merupakan Kamis, 29 April 2010
sebuah pengumuman penting bagi para linuxer diumumkan. Kemarin tepatnya adalah
hari pengumuman rilisnya Ubuntu terbaru yaitu Ubuntu 10.04 yang diberi nama
Lucid Lynx.
Jadwal rilis ini tepat dengan apa yang tertera
di website resmi Ubuntu. Rilis ubuntu keluar setiap 6 bulan sekali tiap bulan
April dan Oktober. Rilis ubuntu biasanya terdiri dari berbagai edisi, yaitu
edisi Desktop, Server, dan Netbook. Perbedaan mendasar pada ketiganya adalah
pada versi desktop terdapat tampilan desktop manager sedangkan pada edisi server
tidak ada, hanya command prompt saja.
sebuah
perusahaan yang dimiliki oleh pengusaha Afrika Selatan Mark
Shuttleworth. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang
terkandung di dalam Filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu
adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan
mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli
profesional.
Peningkatan
antara rilis harus dilakukan dari satu versi ke versi berikutnya (contoh: dari
Ubuntu 11.04 ke Ubuntu 11.10). Namun, versi LTS dapat langsung ditingkatan ke
versi LTS selanjutanya (contoh: dari Ubuntu 08.04 LTS ke 10.04 LTS).
Sang penemu linux yaitu Linus
Torvalds dilahirkan di Helsinki, Finlandia, pada tanggal 28Desember 1969. Dalam usianya yang ke 10, Linus
mulai berkecimpung di dalam pemogramankomputer, dengan menggunakan
komputer milik kakeknya, Commodore VIC-20. Komputing punmenjadi hobinya. Pada tahun 1988 Linus diterima menjadi mahasiswa di
University of Helsinki,Finlandia. Pada tahun 1990, Linus memulai kelas
pemograman C pertamanya.Pada tahun 1991, Linus membeli PC pertamanya,dan dia
tidak puas dengan sistem operasi pada komputernya. Saat itu, komputernya
menggunakan MS-DOS ( Disk Operation System, sistemoperasi buatan Microsoft), tapi Linus lebih cenderung untuk menggunakan
sistem operasi UNIX,seperti yang digunakan pada komputer milik
universitasnyaAdapun versi Ubuntu yang telah dirilis dan telah beredar adalah
sebagai berikut :
Beberapa waktu bulan yang lalu, Ubuntu telah meluncurkan versi terbaru
mereka yakni Ubuntu 10.04 LTS
( Lucid Lynx )
2.
Keuntungan Dan Kerugian/kelemahan Ubuntu 10.04 LTS Dekstop.
Disemua System Operasi
Pastinya ada kekurangan dan kelebihan Masing-masing, dan tak akan ada
yang Sepurnah. Dibawah ini ada beberapa kelebihan dan kerugian/kelemahan System
Operasi Linux Ubuntu 10.04 LTS (Long Term Support), yaitu :
a.
Kelebihan Ubuntu 10.04 LTS Dekstop
-
Software Ubuntu Gratis di download.
-
Kerja cepat tidak mengenal namanya hang atau error.
-
Virus apapun tidak berpengaruh di Ubuntu.
-
Tidak perlu cari software aplikasi tambahan (dalam software Ubuntu
10.04 sudah lengkap: software Office, Desan Grafis, Internet, Multimedia,
Editing audio vidio dan masih banyak jenis software tambahan lainnya), adapun
kekurangan bisa dilengkapi dari situs resminya (download gratis).
-
Ubuntu mampu menjalankan semua jenis file, satu contoh file dari
office 95 hingga Office 2011, begitu juga file jenis lainnya.
-
Hampir semua perengkat
sudah dikenali oleh ubuntu, Contohnya mencoba menggunakan printer laser HP yang
terkoneksi ke jaringan cukup dengan langsung mencari printer lalu secara
otomatis terdeteksi dan digunakan, tanpa perlu install driver printer.
-
LTS (Long Term Support)
tersedia support selama 3 tahun untuk security dan maintenance updates.
-
Boot Speed. Akan terasa
lebih cepat pada hampir semua komputer, dan sangat cepat pada komputer berbasir
SSD seperti Netbook.
-
Social from the start:
Menu baru yang diberi nama ‘Me Menu’ dalam Ubuntu 10.04 LTS mengkonsolidasikan
proses mengakses dan memperbarui jaringan sosial seperti Facebook, Digg,
Twitter dan Identi.ca. Me Menu juga mengintegrasikan saluran obrolan sehingga
pengguna dapat berbicara dengan teman atau kolega di Google Talk, MSN, IRC dan
hampir setiap jaringan.
-
Ubuntu One: Peningkatan
integrasi desktop untuk layanan online yang berarti file dan folder dapat
dibagi dan disimpan di internet dengan lebih mudah. Bookmark dan berbagi kontak
telah ditambahkan, mempercepat pindah dari komputer pribadi untuk komputasi
personal.
-
Ubuntu One Music Store:
Musik dari berbagai label terbesar di dunia dan band terbesar tersedia langsung
ke pengguna Ubuntu melalui player musik yang telah terinstall. Pembelian trek,
simpan di Ubuntu One.
-
Ubuntu Software Centre
2.0: Cara termudah untuk mencari, menginstall dan menguninstall ribuan software
yang tersedia di server internet baik yang gratis maupun dari
pengembang-pengembang software yang telah bekerjasama dengan canonical.
-
Ubuntu 10.04 Netbook
Edition (UNE): Kelebihan dari Ubuntu versi netbook ini adalah kecepatan booting
dan user interface yang lebih mudah serta proses pause/resume sistem yang
membuat batre lebih tahan lama.
-
Ubuntu mudah digunakan
dan dilengkapi dengan ribuan aplikasi gratis.
b. Kerugian/Kelemahan Ubuntu
10.04 LTS Dekstop
-
Pengguna ubuntu akan ketinggalan informasi dalam perkembangan
virus yang tiap hari bertambah.
-
Belum semua merek modem
USB dapat dideteksi secara otomatis pada ubuntu, sehingga user harus melakukan
konfigurasi manual melalui terminal yang terbilang agak merepotkan. Banyak
sekali keluhan mengenai hal ini mengingat banyaknya jumlah pengguna yang
memakai koneksi internet menggunakan USB modem.
3.
Spesifikasi Minimum Hardware Yang Digunakan.
Versi Desktop Ubuntu
sekarang mendukung x86 32 bit dan 64 bit. Dukungan tidak resmi juga tersedia
untuk PowerPC, IA-64 (Itanium), Playstation 3 (Namun Sony telah mencabut dukungan
untuk OtherOS lain pada 1 April
2011), dan beberapa handphone. GPU yang didukung diperlukan untuk menjalankan efek
visual seperti Unity Shell. Dalam kasus GPU yang
tidak memadai, Unity dapat direduksi menjadi Unity 2D yang membutuhkan hardware
yang lebih rendah.
Agar
dapat berjalan secara optimal, Ubuntu 10.04 membutuhkan spesifikasi perangkat
keras (hardware) PC desktop minimal sebagai berikut :
|
Kebutuhan Minimal
|
||
|
1 GHz x86 Processor
|
||
|
384 MB
|
||
|
Hard Drive (ruang kosong)
|
|
5 GB
|
|
|
1024×768
|
4.
Uraian Singkat Tentang System Ubuntu 10.04 LTS
Tidak seperti platform
sistem operasi Windows yang hanya memerlukan double klik untuk melakukan proses
instalasi lalu mengikuti sejumlah wizard instalasi yang diberikan, pada Ubuntu
10.04 satu paket aplikasi terkadang membutuhkan sejumlah paket aplikasi lainnya
sebelum dapat terinstalasi dengan baik. Masalah ketergantungan paket yang satu
dengan paket yang lainnya ini dikenal dengan istilah dependencies hell.
Untuk menangani masalah
dependencies hell yang kerap kali dialami oleh para pengguna saat akan
menginstalasi paket yang terdapat di Ubuntu, pengguna tersebut dapat
menggunakan beberapa aplikasi paket manajemen yang telah tersedia di Ubuntu
10.04. Beberapa aplikasi paket manajemen yang dapat digunakan diantaranya:
apt-get (berbasis command line interface), Synaptic Package Manager dan Ubuntu
Software Center (berbasis GUI).
Di System Operasi Ubuntu
10.04 LTS ini juga bias menjalankan Beberapa Aplikasi di windows. Wine adalah suatu program Ubuntu yang
memungkinkan pengguna untuk menjalankan beberapa program-program Microsoft
Windows. Wine menyediakan sarana nyaman menggunakan program yang sampai
saat ini hanya dapat dinilai melalui mesin Windows.
Jika anda adalah pengguna Linux yang
baru, mungkin anda perlu tahu bahwa Wine adalah aplikasi yang disediakan oleh
Linux, agar kita bisa menjalankan aplikasi yang ada di Microsoft. Contohnya
adalah file yang mempunyai ekstensi EXE. Jadi jika kita ingin menjalankan file
tersebut di Sistem Operasi Linux, kita harus menggunakan Wine.
Untuk
memasang Wine,
caranya sangat mudah. Pada menu Applications, klik “Ubuntu Software Center”.
Kemudian kita ketik “Wine” pada kotak pencarian, maka akan segera muncul software
Wine yang siap dipasang. Selanjutnya anda hanya cukup melakukan klik pada
“Install”, maka sistem apa otomatis mendownload software tersebut, dan secara
otomatis melakukan instalasi di komputer anda. Untuk menggunakan Wine, anda
bisa langsung meng-klik File yang berekstensi EXE.
Adapun Perbandingan System Operasi Linux dengan System
Operasi Windows, yaitu :
1. Linux
dan Windows sama-sama nama untuk sistem operasi “komputer” dan sama-sama punya
beberapa jenis atau pilihan, misal Linux Nusantara, BlankOn, Ubuntu, Mandriva,
Fedora, openSUSE, Slackware, Debian, Gentoo, Redhat, Mint, dll. Sedangkan di
Windows ada Windows 98, Me, XP, Vista, 7, Server 2008, Mobile, dll. “komputer”
itu bisa berupa pc, notebook, smartphone, dll.
2. Kita
bisa mendapatkan Linux tanpa harus membayar apapun, beda dengan Windows yang
mengharuskan kita membeli Lisensi (dan kita bisa berurusan dengan hukum bila
ketahuan memakai Windows Bajakan). Di Linux tidak ada istilah “Linux Bajakan”.
3. Virus-virus
di Windows tidak akan bisa jalan di Linux. Virus untuk Linux memang ada, tapi
tidak berkembang. Sehingga bisa dibilang aman untuk digunakan.
4. Hampir
semua program yang ada di Windows, ada padanan/penggantinya di Linux. Kita
tinggal memilihnya dari banyak program yang tersedia di Software Center (di Ubuntu).
Aplikasi Office: OpenOffice atau LibreOffice. Pemutar Musik: Rhythmbox, Exaile, Amarok, Banshee. Pemutar Video: VLC Media Player, Totem Movie Player. Browser: hampir semua browser terkenal bisa jalan di Linux, Firefox, Google Chrome, Opera
Email Client: Thunderbird, Empathy. IM: Pidgin (bisa buat chat facebook, YM juga bisa), Emesene, Twitter juga bisa. Editing Foto/Gambar: GIMP, Inkscape
Aplikasi Office: OpenOffice atau LibreOffice. Pemutar Musik: Rhythmbox, Exaile, Amarok, Banshee. Pemutar Video: VLC Media Player, Totem Movie Player. Browser: hampir semua browser terkenal bisa jalan di Linux, Firefox, Google Chrome, Opera
Email Client: Thunderbird, Empathy. IM: Pidgin (bisa buat chat facebook, YM juga bisa), Emesene, Twitter juga bisa. Editing Foto/Gambar: GIMP, Inkscape
5. Linux
kompatibel dengan file-file Windows, Linux secara default sudah bisa mengenali
file PDF, bahkan OpenOffice bisa langsung menyimpan format dokumen ke PDF.
Format DOCX milik Ms Word juga bisa dikenali oleh OpenOffice.
Proses Booting
Ubuntu 10.04 menggunakan
teknologi baru untuk menampilakan splash screen yang menutupi semua
proses booting yang mendetail, yaitu Plymouth. Splash
screen pada Ubuntu sangat menarik, karena sama sekali tidak terdapat flicker
antara penampilan splash screen dengan layar desktop pada
saat login. Alhasil, proses booting-pun menjadi keren. Hanya saja,
masih saja terdapat banyak bug pada proses booting ini, seperti
misalnya splash screen yang kadang gak nongol (terutama setelah Ubuntu
terpasang ke dalam komputer). Namun, tidak semua komputer bisa menampilkan splash
screen ini dengan baik. Jika kartu grafis tidak didukung, maka splash
screen nan indah tidak akan ditampilkan dalam bentuk grafis
Untuk waktu booting, Ubuntu
memakan waktu 25 detik jika dihitung dari setelah memilih sistem operasi pada
GRUB, dan dalam keadaan fitur Desktop Effect aktif. Waktu ini memang
lebih cepat daripada Ubuntu 9.10. Namun masih jauh dari target yang katanya 10
detik.
Desktop
Dari sejak versi pertama
hingga versi 9.10, Ubuntu selalu memiliki kesan berwarna coklat (Human). Mulai
dari coklat kehitaman hingga coklat muda sudah pernah terasa di Ubuntu. Namun
pada versi kali ini, kesan Coklat itu sudah hilang, kini diubah dengan kesan
ringan (Light) yang dominan berawarna Ungu dan Hitam. Sesuai dengan branding Ubuntu terbaru, Ubuntu is Lightware.
Tema default yang digunakan oleh Ubuntu kali ini bernama “Ambiance”. Dengan kesan serba gelap. Namun jika anda ingin kesan yang lebih terang, anda bisa memilih tema alternatif bernama “Radiance”. Untuk mengatur tema, anda bisa klik menu System | Preferences | Appearances.
Jika dilihat dari tema dan kesan ikon-ikon pada Ubuntu terbaru ini, mungkin terasa sangat mirip dengan gaya dari Mac OS X. Hmm, sepertinya Ubuntu berusaha untuk mirip dengan sistem operasi berlambang Apel tersebut. Beberapa ikon pada notifikasi area juga menggunakan teknologi bernama Indicator Applet yang dikembangkan sendiri oleh pihak Canonical, sehingga kesan dari ikon-ikon ini menjadi mirip dengan Mac OS X.
ada lagi satu perubahan yang sangat drastis dan menimbulkan kontroversi dikalangan pengguna Ubuntu. Yaitu pemindahan tombol pengatur jendela ke bagian kiri baris judul. Sekali lagi, benar-benar mirip dan mengikuti gaya Mac OS X, walaupun urutan tombolnya berbeda.
Tema default yang digunakan oleh Ubuntu kali ini bernama “Ambiance”. Dengan kesan serba gelap. Namun jika anda ingin kesan yang lebih terang, anda bisa memilih tema alternatif bernama “Radiance”. Untuk mengatur tema, anda bisa klik menu System | Preferences | Appearances.
Jika dilihat dari tema dan kesan ikon-ikon pada Ubuntu terbaru ini, mungkin terasa sangat mirip dengan gaya dari Mac OS X. Hmm, sepertinya Ubuntu berusaha untuk mirip dengan sistem operasi berlambang Apel tersebut. Beberapa ikon pada notifikasi area juga menggunakan teknologi bernama Indicator Applet yang dikembangkan sendiri oleh pihak Canonical, sehingga kesan dari ikon-ikon ini menjadi mirip dengan Mac OS X.
ada lagi satu perubahan yang sangat drastis dan menimbulkan kontroversi dikalangan pengguna Ubuntu. Yaitu pemindahan tombol pengatur jendela ke bagian kiri baris judul. Sekali lagi, benar-benar mirip dan mengikuti gaya Mac OS X, walaupun urutan tombolnya berbeda.
Software
Seperti biasa, Ubuntu
selalu menyertakan software versi terbaru dan up-to-date. Seperti
misalnya Kernel Linux 2.6.32, desktop GNOME versi 2.29, OpenOffice.org versi
3.2 yang startup-nya lebih cepat dan dukungan formatnya lebih
ditingkatkan, Mozilla Firefox 3.6, dsb.
Namun ada perbedaan
software penyerta pada Desktop CD jika dibandingkan versi sebelumnya. Kali ini,
Ubuntu mengurangi beberapa software default yang terpasang di Desktop
CD, seperti misalnya GIMP, Xsane, dan beberapa permainan. GIMP dihapus dengan
alasan bahwa tidak semua orang memerlukan GIMP sebagai aplikasi esensial, karena
umumnya pengguna bisa menyunting foto secara sederhana melalui aplikasi F-Spot.
Kemudian Xsane dihapus digantikan dengan aplikasi bernama Simple Scan yang
lebih sederhana dan memudahkan pengguna untuk memindai (scanning)
dokumen dengan mudah. Namun, ada sebuah bonus yang diberikan sebagai paket
penyerta, yaitu aplikasi video editing sederhana bernama Pitivi yang
bisa diakses melalui menu Applications | Sound & Video | Pitivi
Video Editor.
Namun jangan khawatir,
jika anda masih membutuhkan beberapa aplikasi yang tidak disertakan lagi, anda
masih bisa menambahkannya melalui fitur Ubuntu Software Center, dengan
memasang paket-paket software yang dibutuhkan dari repository Ubuntu.
Ada satu lagi, seperti
yang diberitakan sebelumnya, Mozilla Firefox 3.6 pada Ubuntu menggunakan Yahoo!
Sebagai mesin mesin pencari default.
Ubuntu Software Center
Fitur Ubuntu Software
Center (atau disingkat USC) sebenarnya sudah ada sejak versi 9.10. Namun pada
versi 10.04 kali ini, USC lebih dimantapkan lagi dengan fitur “Featured
Applications” yang menyajikan daftar aplikasi populer. Hmm, konon katanya USC
ini juga akan menampilkan daftar aplikasi-aplikasi berbayar dan/atau non-FOSS,
seperti fitur CNR pada Linspire.
Ubuntu One
Ubuntu One kini tidak
hanya sekedar fitur sinkronisasi dan backup serta berbagi file, namun
juga sebagai fitur Toko penyedia Musik seperti iTunes pada Apple. Yup, Ubuntu
kini menyediakan toko musik bernama Ubuntu One Music Store. Toko musik ini bisa
diakses melalui aplikasi Rhythmbox, pada bagian sidepane. (Jika codec MP3 belum
terpasang, maka anda akan diminta untuk dipasangkan terlebih dahulu).
Dan sepertinya, Ubuntu One menjadi lahan bisnis lain bagi Canonical untuk meraup untung demi kelangsungan Ubuntu.
Dan sepertinya, Ubuntu One menjadi lahan bisnis lain bagi Canonical untuk meraup untung demi kelangsungan Ubuntu.
5. Langkah-langkah
Installasi Linux Ubuntu 10.04 LTS Dekstop
1. Booting CD Linux Ubuntu 10.04, dan
tunggu Prosesnya.
2. Lihat gambar di bawah, pilih bahasa
instalasi dan apabila ingin mencoba System live CD yang tidak berpengaruh pada
harddisk PC anda klik tombol “ Try Ubuntu 10.04 LTS”. Di sini kita akan mempraktekkan
instalasi Ubuntu System live CD. Dan di sini kita pilih “Install Ubuntu 10.04 LTS” untuk
menginstal didalam PC kita.
3. Kemudian pilih zona waktu ( Asia,
Indonesia, Jakarta ). Klik “Forward” jika sudah selesai men-setting zona
waktu setempat.
4.
Pilih
keyboard layout yang digunaka ( default english ). Kemudian klik tombol
“Forward” .
5. Tahap Mempartisi
1. Jika Anda ingin menghapus operating
system yang ada, atau hard drive sudah kosong dan Anda ingin installer secara
otomatis melakukan partisi hard drive, pilihlah opsi kedua, “Use the entire
disk”.
2. Opsi keempat adalah “Specify partitions
manually” dan pilihan ini sangat direkomendasikan untuk pengguna level
advanced, pilihan ini untuk membuat partisi khusus atau melakukan format hard
drive dengan sistem file lain. Ini juga dapat digunakan untuk membuat partisi
/home yang sangat berguna untuk melakukan instalasi ulang keseluruhan sistem.
Disini contohnya akan memilih Opsi ke 2,
Yaitu Specify partitions manually, lalu klik Forward.
6. Jika ada peringatan seperti dibawah ini
pilih Go Back Untuk kembali, jika Pilih Continue akan Lanjut untuk Partisi Hard
Disk.
7. Setelah itu akan tampil seperti gambar
dibawah ini, dan disini kita akan Partisi atau kita bagi Hard Disk.
8. Keterang Mempartisi Hardisk
Beriktu
ini cara mempartisi harddisk secara manual dengan / Home :
1. Membuat partisi root “ / ” (
kira- kira 5 GB minimal),
2. Membuat partisi “ /home ” (secukupnya,
untuk file- file document anda)
3. Membuat partisi “ swap area ”
( idealnya dua kali ukuaran RAM. Misal :
Ram 512 MB berarti partisi swap area-nya 2 GB )
9. Dibawah ini adalah hasil dari Partisi
Hard Disk yang tadi dibagi, dan selesai kita bagi lalu kita klik Forward
Untuk Lanjut ke Langkah Berikutnya.
10. Ketik nama user anda, kemudian masukkan nama
yang ingin anda gunakan untuk login, dan isikan password. selanjutnya klik
tombol “Forward”.
11. Dibawah Ini adalah Tahap terakhir
Install, langsung saja Klik Install.
12. Dan tunggu proses Install sampai
Selesai.
13.
Setelah
selesai proses Install akan tampil seperti gambar dibawah ini, dan lansung aja
kita klik Restart Now.
14. Setelah itu digambar dibawah ini adalah
tahap login, dan silahkan pilih User dan masukkan Password.
15. Setelah Login dan dibawah ini adalah
Hasil dari Tampilan System Operasi Ubuntu 10.04 LTS, yang dari tadi kita
Install.
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Dari
segi penampilan, banyak sekali perubahan dratis yang ada pada Ubuntu. Setelah 6
tahun berkutat dengan tema bernama “Human”, kini Ubuntu berubah dengan tema
“Light” yang terdiri dari dua varian, Ambiance Light dan Radiance Light.
Selain
itu, Ubuntu versi terbaru juga selalu menyediakan software-software versi
terbaru yang kemampuannya lebih baik. Sebut saja OpenOffice.org 3.2 yang
memiliki dukungan format yang lebih ditingkatkan (seperti dukungan dokumen ber-password
pada format Microsoft Office), GNOME 2.29 yang terasa lebih ringan dan Firefox
3.6 yang lebih stabil.
Namun,
kontroversi pemindahan tombol pengatur jendela ke sebelah kiri baris judul
sampai saat ini masih hangat diperbincangkan dikalangan komunitas Ubuntu. Tak
apa-apalah, toh anda masih bisa mengganti tema ke tema yang lebih anda suka
dan/atau mengubah tata letak tombol pengatur jendela melalui gconf-editor.
Daftar
Pustaka
1. Hendri. 2009. Sejarah Linux. http://ugos.uns.ac.id/?p=20=1. 02 Juli
2012.
2. Maulana Sutrisna. 2011. Ubuntu One (Aplikasi
Berbasis Cloud Computing). http://maulanasutrisna.blogspot.com/2011/07/ubuntu-one-aplikasi-berbasis-cloud.html. 02
Juli 2012.
3. Iwankiddy.net. 2010. Ubuntu 10.04 LTS Dekstop
telah dirilis. http://iwankiddy.net/blog/software/ubuntu-10-04-lts-desktop-edition-telah-di-rilis.html. 02
juli 2012.